Facebook: Media Pengharapan

April 6, 2009 by admin  
Filed under Writer Schoolen

Oleh: Habibie Afsyah

Tampilannya yang bersih dan user friendly tidak heran mengangkat facebook menjadi jejaring social nomor satu di dunia. Dengan jumlah pengguna 150 juta orang di dunia, jelas angka ini mengungguli pesaing utamanya yaitu myspace yang memiliki pengguna 130 juta. Tak berlebihan makanya, jika kita masukkan facebook ke dalam 10 besar situs terpopuler di dunia saat ini. Saya perkirakan tidak kurang dari 10 juta pengunjung yang berlalu lalang di dalam wahana facebook setiap harinya.

Kepopuleran facebook saat ini, tidak lepas dari ide brilian pemiliknya yaitu Mark Zuckerberg. Pemuda yang tahun ini berusia genap 24 tahun, awalnya hanya membuat jejaring social untuk lingkungan kampusnya saja di Harvard University. Hanya dalam waktu kurang dari satu minggu, ternyata sudah terdaftar 1500 mahasiswa kampusnya di dalam jejaring social yang ia miliki.

Ketenaran program itu akhirnya menyebar ke kampus dan sekolah lain di Amerika. Sampai pada suatu ketika, ada seorang investor yang berani menanamkan modalnya sebesar 500.000 USD yaitu Peter Thiel yang tidak lain adalah pendiri Paypal. Modal itu ia gunakan untuk menyewa kantor bagi timnya dan menjadikan jejaring sosial ini tidak hanya dinikmati oleh lingkungan kampus namun juga dunia.

Facebook adalah wahana harapan, bukan hanya harapan dari sang pemiliknya saja yang menginginkan facebook menjadi jejaring sosial nomor wahid di dunia. Namun juga harapan dari penggunanya, dari yang sekedar mencari jodoh sampai yang berniat mencari kursi politik.

Diawali dari keberhasilan Barack Obama yang menjadikan facebook sebagai media kampanye terampuh dan termurah. Kampanye yang akhirnya mampu mengantarkan dirinya sebagai orang nomor satu disebuah negara adidaya Amerika Serikat, yaitu Presiden Amerika Serikat pertama dari orang kulit hitam. Hal ini pula yang menyebabkan politisi Indonesia agak lebih sedikit melek teknologi, ternyata ada juga toh, cara kampanye yang lebih murah dan efisien.

Harapan untuk mendapatkan nasib yang sama dengan Obama di dunia politik, membuat para politisi di negri kita tidak mau ketinggalan untuk ber-facebook ria. Dari yang mengejar kursi legislatif sampai kursi presiden, dari yang tua sampai yang muda, mereka mulai mencoba mempromosikan dirinya melalui jejaring sosial ini.

Apapun yang mereka lakukan di facebook, termasuk sebagai media kampanye, menurut saya itu sah-sah saja. Walaupun mereka juga menjadikan facebook untuk arena tebar pesona dan tebar ranjau. Ya seperti fungsi ranjau saat menunggu mangsa, dapat syukur ga dapat ya sudah. Namanya juga gratis.

*) Habibie Afsyah adalah alumni Writer Schoolen Workshop Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik. Pemilik motto “Kelemahanku adalah Sumber Kekuatanku untuk Sukses” ini dapat dihubungi langsung di web http://www.habibieafsyah.com/ atau email habibieafsyah@gmail.com

Random Posts

Rating This Post

Comments

8 Responses to “Facebook: Media Pengharapan”

  1. andrias harefa on April 7th, 2009 5:49 pm

    mantap mas habibie.
    tetap menulis, abadikan pikiranmu.

  2. tontowi on April 15th, 2009 7:22 am

    yups betul habibie…
    tp kok di fesbuk jarang update ya kamu :D

  3. Ibu Habibie on April 16th, 2009 10:41 pm

    Iya Pak Tontowi, bulan April ini Habibie banyak kesibukan ikut seminar dg Pak Andrias Harefa baru selesai sore ini….. tapi 8 hari lalu dia sempet sakit lumayan lama…. Ketularan pawangnya kena flu berat krn susah makan obat.
    Kapan main kerumah Pak, ditunggu mie ayam lho…. Tks.

  4. maria saumi on April 20th, 2009 9:32 am

    wah teman kelasku level satu (MAM) habibie sdh mengeluarkan jurus2 dari yg diajarkan oleh para suhu kemaren. nih…..terus semangat ya teman…ooh iya utk ibu nya juga…salut utk ibu yg terus tetep tiada henti mendorong habibie utk menjadi manusia berguna…bahkan teladan mungkin…buat kita semua…sukses ya!

  5. tontowi on April 21st, 2009 5:03 pm

    @bu Habibie : wah makasih banget bu, kangen juga mie ayamnya :D..
    InsyaAllah nanti kerumah lagi…

  6. Ibu Habibie on April 27th, 2009 5:27 pm

    Mba Maria, tks commentnya. Saya senang baca tulisan Anda, itu lho yg terjebak macet. Anda tu bisa aja menulis hal-2 kecil jadi cerita menarik, ide kreatif gitu lho. Saya pengen kreatif seperti anda yg bisa memnfaatkan moment-2 apa saja menjadi bahan tulisan yg punya mutu. Tapi ternyata mo nyontek juga gak gampang ya, mungkin kalo sudah mencapai level 5 jadi bisa menulis dg memanfaatkan situasi yg ada.

    Kemarin saya & Habibie ikut level 2nya Cara Cerdas Menulis Buku Best Seller, sudah siap-2 nulis buku. Dikasih waktu 2 bulan oleh Gramedia untuk menyelesaikan krn pemula maka ada pendampingan dari Bengkel Aksara.

    Awalnya sih mau nulis buku Habibie saja, tapi akhirnya harus buat dua-2nya, satu ttg Habibie dan yg satu lagi ttg pengalaman sy mendidik anak cacat jadi sukses.

    Bantu spirit buat saya dong mba Maria, biar bisa punya karya nyata. Syukur-2 bantu ide-2 kreatif mba Maria buat saya ya. Rencananya saya mo ikut seminar sbg pembicara nanti tgl 29 April s/d 1 Mei di Proaktif.biz.

    Selamat sukses buat Anda.

  7. Frans Donald on May 17th, 2009 10:03 am

    Jeduarrrr! Motto Saudara Habibie Afsyah “Kelemahanku adalah Sumber Kekuatanku untuk Sukses” mengingatkan saya akan latar belakang saya menulis buku. Saya adalah orang yang tidak terlalu tajam dalam hal menghafal dengan tepat apa-apa yang pernah saya kemukakan dalam suatu kesempatan. Dalam beberapa hal tertentu, saya lemah mengingat (lemah ingatan!). Nah kelemahan saya itulah yang akhirnya memaksa saya untuk menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiran saya, dengan harapan agar di waktu yang akan datang jika saya lupa pada hal yang saya maksud maka saya tinggal membuka buku saya tersebut. Ya … Saya mulai menulis ide-ide saya, satu halaman, dua halaman, sepuluh halaman, dikumpulkan, menulis lagi, duapuluh halaman, berhenti beberapa saat, kemudian menulis lagi, dan … setelah kumpulan tulisan itu saya satukan, akhirnya ternyata menjadi satu buku! Dan Alhamdulilah, Haleluyah, buku itu hingga kini bisa cetak ulang hingga 14 kali.
    Saya sangat setuju, “”Kelemahanku adalah Sumber Kekuatanku untuk Sukses”. Awesome motto ….!

  8. Ibu Habibie on June 5th, 2009 1:49 pm

    Tks, dukungannya Pak Frans judul buku Anda Apa? saya ingin baca juga. Habibie memang harus banyak belajar dari senior-2nya yg sdh banyak pengalaman. Kali ini tulisan Habibie masih karya perdana.
    Harapan saya langkah pertama ini akan membuat langkah-2 berikutnya…. Thank’s.

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!