Kekuatan dari Sifat Hati-hati

August 18, 2009 by admin  
Filed under Eni Kusuma

Kerap kali kita mendengar kata “hati-hati” diucapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang ibu yang melepas kepergian anaknya ke sekolah dengan ucapan “hati-hati”. Seorang istri yang melepas sang suami untuk bekerja dengan ucapan “hati-hati” pula. Sepele memang. Kadang kita tidak begitu memperhatikan. Kata “hati-hati” dianggap sebagai pelengkap kalimat perpisahan saja. Padahal “hati-hati” mengandung makna yang sangat dalam. Karena jika ingin hidup kita sukses dan bahagia, sifat berhati-hati adalah juga salah satu faktor penentunya.

Kita tentu mendengar dan melihat berita-berita tentang musibah yang menimpa orang-orang di sekitar kita. Biasanya berawal dari keteledoran atau ketidakhati-hatian. Rumah yang terbakar karena lupa mematikan kompor, anak balita yang tersiram air panas karena lupa tidak menaruhnya di tempat yang aman, remaja yang bersahabat dengan narkoba karena mudah terpengaruh dan tidak hati-hati memilih teman. Demikian juga pejabat yang ditangkap KPK. Ini bukan karena ia tidak hati-hati dalam melakukan korupsi sehingga ketahuan, tapi karena ia teledor terhadap hidupnya sendiri, yaitu tidak berhati-hati untuk menjauhi segala kecurangan. Betapa kehati-hatian adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Saya belajar sifat hati-hati ini secara detail ketika saya menjadi pembantu rumah tamgga di Hong Kong. Apalagi saya menjaga anak orang dari bayi sampai tumbuh menjadi seorang anak. Saya harus berhati-hati dari kebersihannya sampai keamanannya. Apapun yang sedang saya kerjakan, hati-hati adalah prioritas utama. Ketika saya memasak, saya harus hati-hati memasukkan garam (takut keasinan, hehe). Demikian juga ketika saya meletakkan sesuatu yang bisa berbahaya bagi anak-anak. Apalagi ketika menjaga anak balita yang sedang giat-giatnya belajar berjalan.

Dengan demikian, bukankah sifat hati-hati akan menyelamatkan kita dari musibah dan malapetaka yang disebabkan oleh keteledoran?

Ada kisah dari timur tengah yang diceritakan oleh Ibnul Jauzi tentang keteledoran ini, yakni seorang laki-laki yang sedang memotong kukunya. Karena tidak hati-hati, maka ia memotong jarinya, dan mati. Juga seseorang yang masuk kandang keledai. Karena tidak hati-hati, ia diseruduk keledai dan langsung meninggal.

Berhati-hati bukan berarti lamban. Justru berhati-hati sering berarti kecepatan. Contohnya, mengendarai mobil dengan tidak hati-hati dan terlalu cepat justru sering akan lebih lambat sampai ke tujuan.

Berhati-hati juga berarti mengontrol diri secara ketat, yaitu meninggalkan kesalahan-kesalahan, keteledoran, dan hal-hal bodoh dan menggantinya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti bertindak dengan benar, menciptakan ide-ide brilyan dan lain-lain.

Saya sendiri sedang latihan mengontrol diri, yaitu memaksa diri saya pintar-pintar mencari waktu luang untuk menulis. Karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik adalah bagian dari kebodohan saya. Bukankah memberikan kontribusi dengan menulis adalah kebanggaan dan kebahagiaan saya?

Bagaimana dengan Anda?

*) Eni Kusuma adalah mantan TKW di Hongkong, penulis buku laris “Anda Luar Biasa!!!”, dan kini menjadi motivator. Ia dapat dihubungi di: ek_virgeus@yahoo.co.id.

Random Posts

Rating This Post

Comments

4 Responses to “Kekuatan dari Sifat Hati-hati”

  1. yulian pratama on August 20th, 2009 10:55 pm

    saya sangat setuju dengan pendapat anda bahwa berhati - hati ini sangat dibutuhkan sekali dalam segala hal apa pun …..berhati - hati emang benar bukan berarti lamban namun berhati - hati juga kecepatan, bahkan dalam sebuah buku saya pernah baca yang katanya ” bahwa jika kita sangat teliti memperhatikan gerakan lawan dan mempelajarinya maka kita akan menang dan jika sebaliknya maka kita akan kalah …. HATI - HATI ini adalah kata yang sangat baik untuk digunakan se umur hidup….yang bisa dmembuat kita akan lebih baik …dlam segala hal apapun…artikelnya sangat bagus sekali ditunggu terbitan selanjuytnya ….

  2. arif humananda on August 22nd, 2009 4:12 pm

    yaaa…..sifat kehati-hatian itu biasanya membuat orang sedikit lamban dalam melakukan sesuatu hal karena kebiasaan dari mereka selalu tidak hati-hati.
    Namun,kehati-hatian juga bisa dikalahkan dengan sifat kemantapan,ya kan mbak!
    Itu hanya opiniku saja……
    Tapi terima kasih atas ilmunya……Tq

  3. faisal azmi on October 21st, 2009 7:48 pm

    pendatang baru .
    saya sudah baca buku kk eni .
    tanpa sengaja lho .
    tu berawal dari guru bahasa indonesia yang memberi tugas meringkas sebuah buku dan kebetulan saya mendapat buku kk eni yang berjudul “Anda Luar Biasa !!” .
    setelah membaca nya saya sadar apa yang akan saya lakukan untuk masa depan .
    sedikit comment .

    tepat sekali .
    hati-hati memang sangat diperlukan dalam kegidupan .
    sepele pun pekerjaan kita jika tidak berhati-hati mungkin akan menjadi malapetaka .
    contohnya saya sendiri yang saat ni masih duduk di SMA kelas 3 .
    sering kali saya ceroboh dalam ujian yang tentunya berakibat soal yang saya anggap murah justru menjadi salah dan membuat nilai saya berkurang .

    bagaimana cara nya kak bagi saya yang terbiasa tidak berhati-hati .
    apa lagi nanti saat UAN yang konstan perlu hati-hati tingkat tinggi .

  4. MOH ILHAM on January 18th, 2010 2:45 pm

    Q sebetulnya masih baru2 mbaca karya ANDA yg sangat sangat sangat “LUAR BIASA”, itupun masih tinggal 1/4 nya, tp sangat mengubah kehidupan Q, yg sebetulnya intinya sama yakni menjadi makhluk Tuhan yg berrrrrjuang. di sini Q pingin coment n pengen dapat kabar langsung alias coment balik dari sesosok ENI KUSUMA. . . . . .

    Karena seumur hidup Q, belum menjamah atau berkomunikasi langsung dg orang yg terkenal (m3ndun14). . . . . . . . . .

    Dalam dunia yang unik ini, Q hidup sangat tidak mengandalkan “MALU”. Q harus berani n berjanji pada diri Q sendiri untuk berjuang merubaH diri Q sendiri dan pastinya keluarga…..”I LOVE BAPAK AND IBUK”

    dengan rasa tidak malu alias harus berani disegala bidang, pada Q sendiri seperti jualan sari kedelai keliling diperumahan2, lumayan sih untungnya….dan kalau barangnya lebih Q teruskan ke DOSEN Q dan terkadang jualan dikelas kuliah. . . .

    dan lebih2 Q sambil refresing mendengarkan anak jalanan ngamen dan lansung bertemu dengan pembeli langsung di Bus . . .ini semata-mata agar orang tua Q tidak mengeluarkan Rp 100,- pun untuk pembayaran smesteran ini,disamping itu Q juga sebagai guru privat, serta tak kalah lagi Q menjadi mahasiswa tukang PIJET hahahahahaha…..Q tertawa ini bukan karena bangga, Q tertawa karena cuapek kuliah kerja, kuliah kerja… tp inilah yg harus Q kerjakan dan harus dijalani agar Q dapat pengalaman yang lebih dan “LUAR BIASA”….

    bagaimana pendapat ENI KUSUMA. . . . . .
    SEBAGAI SESOSOK MAKHLUK YANG “LUAR BIASA”. . . ..
    q sebagai manusia awam sangat menanti datangnya keajaiban yang menyapa Q….

    Amiiiiiien…..

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!